Friday, October 11, 2013

belajar mendaki ~

Di balik sebuah bukit, ada tebing-tebing yang terjal. terlihat ada seorang anak laki-laki sedang bersusah payah untuk mendakinya. Pada awalnya dia sering terjatuh, dan dia pun pulang tanpa membawa keberhasilan untuk menakhlukkan sebuah tebing.

Pada hari berikutnya, anak itu memakai sepatu yang sedikit bergerigi untuk menjaga kakinya agar tidak terjatuh. Namun masih saja gagal. Hari berikutnya dia membawa tali dan pasak-pasak kecil, dia pun mulai mendaki tanpa terjatuh.

Setelah berhasil mendaki sampai setengah tinggi tebing itu, anak laki-laki tersebut mulai kelelahan, terlebih lagi ketika panas matahari membakar kulitnya. Dia tetap mendaki sampai akhirnya dia berhasil berdiri di atas tebing.

Untuk bisa menaklukkan sebuang tebing, anak laki-laki itu telah menghabiskan waktu berhari-hari untuk memperbaiki cara pendakiannya yang salah. Dia pun tak putus asa ketika kegagalan demi kegagalan selalu ditemuinya.

Bagaimana dengan kita ketika menghadapi "tebing" kehidupan? Apakah kita lari atau mencoba untuk mendaki? Dalam setiap pendakian yang akan kita lakukan, kita tidak bisa mendaki seorang diri. Kita harus memiliki perlengkapan untuk "mendaki".

Jangan pernah menyerah ketika kita bertemu dengan kegagalan, karena kegagalan adalah guru terbaik bagi kita untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Jika Tuhan mengijinkan kita mengalami sebuah kegagalan, itu artinya adalah bahwa Tuhan menginginkan kita untuk memperbaiki diri.

Tetaplah berpegang pada Yesus saat kita melakukan setiap pendakian. Yesus adalah "pasak-pasak" yang tertancap dengan kokoh pada tebing-tebing kehidupan. Dan saat kita tidak melepaskan "pasak" itu, maka kita akan mampu berdiri di atas tebing itu.

Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Yeremia 17:5

No comments:

Post a Comment

 
COPYRIGHT© ANGEL ADEL 2012