Pacaran yang sehat didasari oleh kasih yang tulus dan kebutuhan untuk
menemukan pasangan hidup yang tepat, di mana kedua insan berusaha saling
mengenal pribadi satu sama lain, mengembangkan cinta kasih sejati,
untuk kemudian menikah membentuk keluarga yang dikuduskan dalam sakramen
Gereja-Nya, Sakramen Perkawinan. Di dalamnya, Tuhan menghendaki pria
dan wanita berketurunan dan membentuk keluarga yang saling mencintai,
menghormati, dan melayani dalam kasih dan kesetiaan yang tulus hingga
akhir hayat. Semangat kasih dan hormat kepada Tuhan mendasari semua
bentuk ungkapan kasih di dalamnya. Kasih yang Tuhan maksudkan adalah
kasih yang dituliskan St Paulus dalam 1 Kor 13: 4-7, yaitu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, dan masih banyak lagi.
Indahnya menunggu
Setelah memahami alasan yang tepat dan sehat mengapa kita berpacaran,
dan menyadari berbagai latihan tanggungjawab dan kematangan yang
sedemikian besar yang diperlukan dalam sebuah hubungan pacaran, maka
kita menyadari bahwa kita tidak harus cepat-cepat punya pacar tanpa
alasan yang tepat, dan karena pacaran mempunyai dampak yang besar dalam
hidup kita, maka pacaran tidak untuk dilakukan dengan main-main.
Punyailah prinsip dan berani tampil beda demi kematangan dan
kebijaksanaan pribadi serta tanggungjawab kepada Tuhan, orangtua, serta
diri kita sendiri.
Menunda untuk berpacaran sampai kita merasa siap untuk
bertanggungjawab, tidak mengurangi kebebasan kita, justru memberi kita
kebebasan yang lebih penuh di masa muda, sambil kita sendiri menjadi
matang secara fisik, mental, dan spiritual. Dan kita justru terhindar
dari rasa sakit dan luka hati yang tidak perlu karena hubungan pacar
yang terlalu cepat berakhir karena dimulainya dengan dasar yang tidak
kokoh. Berikut ini beberapa dasar yang memberikan keindahan menunda :
Masa remaja dan masa dewasa awal adalah masa yang penuh gejolak dan
perubahan, baik secara fisik maupun mental. Berilah waktu kepada diri
sendiri untuk menjadi lebih tenang dan stabil. Sambil mengenal diri
sendiri dengan lebih baik, bergaullah seluas-luasnya dengan teman-teman
yang baik. Mengenal diri sendiri dengan baik akan memampukan kita
mengenal dan memahami orang lain dengan lebih baik juga.
Masa muda juga adalah masa-masa menuntut ilmu dalam kegiatan studi
berbagai jenjang baik formal maupun informal. Kegiatan belajar
memerlukan konsentrasi yang tinggi sebagai bagian persiapan masa depan
yang baik. Di masa muda kita mulai belajar berdisiplin membagi waktu dan
mengelola tugas-tugas dengan baik. Jika ketrampilan ini masih
dipelajari, sementara sudah sambil membuat berbagai komitmen dalam
berpacaran, maka kesempatan berharga untuk belajar dan mengembangkan
diri tidak termanfaatkan dengan optimal.
Sambil menjalin persahabatan dengan banyak orang, termasuk dengan
lawan jenis, kita belajar bergaul dengan berbagai karakter sesama
manusia. Kelak, jika kita sudah siap secara mental untuk mengikatkan
komitmen pada satu orang, kita bisa lebih menghargainya sebagai seorang
sahabat yang baik untuk dikasihi dengan tulus, karena pada dasarnya
perkawinan adalah juga penyatuan dari dua sahabat baik.
Pergaulan yang sehat mendewasakan kta, melatih kita untuk menyaring
dengan bijaksana, pribadi yang sesuai dengan jati diri kita untuk
menjadi pasangan hidup kita kelak. Tidak cepat-cepat memutuskan untuk
pacaran dengan seseorang memberi kita kesempatan untuk menilai dengan
objektif, bagaimana kepribadian teman kita, terutama imannya (apakah ia
takut akan Tuhan dan menghormati hukum-hukum-Nya). Untuk mengevaluasi
temperamennya dalam mengatasi konflik, tanggungjawabnya dalam tugas
sehari-hari, dalam komunikasinya dengan orangtua dan keluarga, apakah ia
orang yang dapat dipercaya, apakah ia tekun dan sabar, dan lain-lain.
Lalu kira-kira bagaimana semua itu berpadu dengan karakter dan
kepribadian kita sendiri. Kalau sudah cepat-cepat memutuskan pacaran,
bisa jadi evaluasi kita sudah tidak terlalu objektif lagi.
Dan akhirnya tentang menunggu, kita telah mengerti sekarang, adalah
sangat penting untuk menunda melakukan relasi seksual dengan pacar kita.
Karena relasi seksual seperti berciuman, saling meraba, dan apalagi
hubungan selayaknya suami istri, adalah hadiah Tuhan bagi manusia untuk
dibuka pada saat yang tepat, yaitu setelah menjadi pasangan suami isteri
yang sah yang dikuduskan oleh Sakramen Perkawinan di Gereja Katolik.
Dengan mengingat selalu kasih Tuhan yang menginginkan segala yang
terbaik dalam hidup kita, kita akan disibukkan oleh kegiatan saling
mengenal secara sehat dan berkegiatan bersama-sama untuk memuliakan nama
Tuhan yang begitu mengasihi kita. Jangan berikan waktu untuk yang lain,
dan mengurbankan masa muda kita dan masa depan kita hanya untuk
mencoba-coba kenikmatan sesaat yang melepaskan kita dari cinta kasih
sejati yaitu cinta kasih Allah. Adalah indah untuk menunggu, dan menunda
membuka hadiah Tuhan itu hingga hari pernikahan kita tiba. Mengikuti
ajaran Tuhan, membuat pacaran menjadi semakin manis, sampai ke
pernikahan kelak. Kata orang kesabaran itu pahit, tetapi buahnya manis.
Dan pacaran makin terasa selangit, karena kita bahkan juga memperoleh
hadiah pengendalian diri, yang menguatkan perjalanan hidup kita
selanjutnya bersama pasangan yang kita cintai. Renungkanlah anjuran St
Paulus yang membekali kita untuk membuka hadiah terindah Tuhan itu pada
waktunya serta semangat dari kitab Mazmur, untuk menguatkan kita selalu:
Rm 12 : 1,2, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah
aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai
persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu
adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia
ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat
membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada
Allah dan yang sempurna.
Ef 5 :8, “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang
kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak
terang”
Mazmur 119: 9,11, “Dengan apakah seorang muda mempertahankan
kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dalam
hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau
mesti kamu rasa heran kenapa saya dapat fakta ini? sekarang , aku tinggal bersendirian tanpa ada mr f saya lagi.. semenjak dia balik dr penang , dia pun mngmbil keputusan untuk meninggalkan saya . sebab ? krna dia ingin mendekati Tuhan dgn lbh dekat lagi. dan fkus pelayanan nya .. saya sanggu TUNGGU dia.... klu dia adalah jodoh saya , amen..
i love him a lot.. i wish him good luck... muachh.love n miss u papa....~
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment